![]() |
| Sumber: http://www.google.co.id/images |
Meskipun banyak kelebihan yang dimiliki TV, kekurangannya juga tak kalah banyak. Hampir semua orang setiap hari menonton TV, bahkan menurut penelitian ibu rumah tangga menghabiskan waktunya 6-8 jam menonton TV. Bagi beberapa orang TV sudah diibaratkan sebagai teman dekat. TV adalah benda wajib yang berada diruang keluarga setiap rumah. TV bisa menjadi pengasuh anak, orang tua sekarang cenderung meras tenang jika anaknya diam di rumah di depan TV, daripada bermain di luar dengan teman sebayanya. Para orang tua beralasan bahwa keamanan dan keselamatan anaknya lebih mudah dipantau jika mereka menonton TV. Tapi kebanyakan orang tua kurang memahami bahwa tidak semua acara yang ditampilkan TV layak untuk dikonsumsi anak-anak. Ada acara tertentu yang jika ditonton anak-anak harus didampingi orang tua, bahkan ada acara yang tidak boleh ditonton oleh anak-anak di bawah umur. Beberapa bulan lalu kasus kematian anak-anak karena meniru adegan gulat bebas yang ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta kita. Acara yang semula yang jadwalnya jam 22.00 WIB menjadi 20.00 WIB, padahal jam waktu tersebut kebanyakan anak-anak di bawah umur masih menonton TV.
TV telah mengikis budaya membaca, orang-orang enggan membaca koran atau buku. Mereka cenderung lebih suka menonton TV. Padahal informasi yang berguna lebih banyak kita dapat dari membaca daripada menonton TV. Hal tersebut disebabkan acara TV sekarang tidak minim sekali unsur pendidikannya, moral maupun intelektual. Acara TV hanya mengejar keuntungan saja, yang terpenting acara tersebut ditonton banyak orang sehingga menarik iklan. Perkara acara itu mendidik atau tidak, baik atau buruk, pantas atau tidak urusan nomer sekian. Sekarang ini informasi menjadi barang berharga, dan TV merupakan salah satu sumber informasi. Tapi jangan sampai kita dibodohi oleh TV, menonton TV secara proposional dan bermanfaat merupakan jalan terbaik, kita menghindari pembodohan tanpa kehilangan informasi.




0 komentar:
Posting Komentar