Sabtu, 25 Desember 2010

Informasi Media yang Membuat Resah

          Media yang terkenal dengan dengan gudang informasi, kini malah sering terdengar kiprahnya sebagai pembuat resah audience. Tak jarang informasi yang diberikan oleh media malah berdampak negatif bagi khalayak publik. Salah satu contohnya yaitu program SILET yang ditayangkan pada hari Senin (15/11/2010) pukul 11.00 WIB. Dimana KPI menilai "SILET" memberikan informasi yang membuat kepanikan warga dan menambah beban korban bencana. Kata-kata yang dipersoalkan, Yogyakarta disebut kota malapetaka. Sampai-sampai dalam hitungan satu hari sejak tayangan itu muncul, KPI telah menerima 1.128 pengaduan dari masyarakat. 
           Ketua KPI Dadang Rahmat Hidayat mengatakan, tayangan berdurasi satu jam itu dihentikan sampai pemerintah mencabut status "siaga" pada gunung yang sedang bergolak tersebut. Menurut Dadang, tayangan Silet dianggap memberikan informasi yang kurang akurat terkait pemberitaan Merapi. "Kami mendapat kabar di Nangulan (sebuah kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia) tim relawan dan SAR harus mengurus secara swadaya sebanyak 550 orang pengungsi yang terganggu akibat tayangan di Silet. Begitu besar pengaruh yang diakibatkan oleh media terutama media elektronik. Makanya diharapkan media bisa memerhatikan akurasi berita dan bisa membantu menyelesaikan masalah," terang Dadang di Gedung Bapeten, Lantai 6, Senin (8/11/2010).
           Menanggapi permintaan maaf yang telah dikeluarkan oleh pihak SILET terkait masalah Acara Silet RCTI yang dihentikan sementara, KPI mengaku menghargainya. Namun, bagi Dadang dampak yang sudah ditayangkan SILET sangatlah buruk bagi masyarakat terutama bagi para korban.

Sumber: http://www.anehnie.com

0 komentar:

Posting Komentar