Selasa, 28 Desember 2010

Media Massa Modern dan Propaganda

            Pada era freedom of press sekarang ini perlu adanya semacam aparat perantara untuk memberi publik proteksi dari propaganda serta kontrol media. Namun tidak dengan memberlakukan sensor media. Solusi terbaik ialah menempatkan pengawasan pengumpulan dan penyebaran informasi di tangan teknokrasi yang terpercaya, misalnya kalangan ahli/akademisi. Dengan demikian para ahli tersebut dapat mengurutkan fakta dan membuat keputusan dengan analisis metode ilmiah yang sesuai. http://www.emocutez.com
             Dalam pandangan filsuf John Dewey, otoritas menyelesaikan masalah propanda tidak terletak pada lembaga / teknokrasi maupun metode-metode ilmiah basis. Sebaliknya, lembaga semacam itu tidak diperlukan karena masyarakat dapat belajar mempertahankan dirinya sendiri. Dalam teori propaganda kontemporer, yang pokok persoalan adalah, wacana publik telah dibentuk, dibangun, dikembangkan, dibatasi oleh para pemegang kekuasaan; dalam hal ini bisa berarti pemerintah, pemegang modal, atau elit penguasa yang lain. Semata-mata untuk memenuhi kepentingan pribadi. Kita tidak dapat terkecoh dengan nihilnya kontrol aversif. Sebab tidak berarti informasi yang disalurkan terbebas dari fungsi kontrol. Secara ringkas, media dikatakan hanya sebagai sebuah ‘corong’ dari pemegang kewenangan tertentu, dan kehilangan identitasnya, independensinya. http://www.emocutez.com
              Kian hari, komunikasi nampaknya tidak sekadar menghadirkan kenyataan tetapi justru menentukan kenyataan, memperlihatkan kekuatan dan daya mempengaruhi yang dimilikinya. Sudah menjadi nyata, misalkan, bahwa dalam situasi-situasi tertentu media tidak dipakai untuk maksud-maksud yang tepat untuk menyebarkan informasi, tetapi justru untuk ’menciptakan’ peristiwa. http://www.emocutez.com

Sumber: http://kompasiana.com/gloriasamantha

0 komentar:

Posting Komentar