Seks dan seksualitas akhir-akhir ini sering menjadi bagian dari komoditas media massa yang sering dimainkan pihak media. Tentunya ada bagian copy writer dalam peranannya untuk mempersuasif massa agar bagaimana kelompok media tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Sehingga manfaat finansial semata yang mereka inginkan tercapai. Isu seksualitas yang merambah kemasyarakatan melalui budaya massa semakin meresahkan kehidupan sosial. Remaja, pelajar dan mahasiswa adalah ladang budaya yang sangat rawan dengan pengaruhadanya media global. Mereka menjadi segmentasi dasar bagaimana komunikasipesan yang disampaikan media global dapat mengenai sasaran ruang sosial dan ruang pengetahuan. Apakah mereka dapat memiliki filter dan pengetahuan atau proteksi dari lingkungan keluarga dalam menyikapi media global kali ini?!..
Jika seksualitas yang ditampilkan da;am bentuk kelincahan iklan, program acara, jaringan internet, cyberspace dan sarana komunikasi lainnya tak dapat dibendung dan tidak ada ruang filterisasi kedirian maupun ruang kekeluargaan yang lainnya, maka akan semakin rumit dan meresahkan kehidupan masyarakat terlebih segmen pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya. 
Sumber: buku Kutu-Kutu Media (Seksualitas dalam Globalisasi Media) karya FPMI UMM



0 komentar:
Posting Komentar