Rabu, 29 Desember 2010

Indahnya Seks di Dunia Maya

           Lahirnya media baru yakni media interaktif dan media jaringan yang sangat bermanfaat dalam membantu segala kebutuhan manusia ini, membawa kita mengenal dunia baru yang belum pernah terbayang sebelumnya. Media tersebut biasa disebut dengan internet. Perkembangan teknologi ini membuat manusia hidup berkelompok dalam dunia kehidupan sendiri, yaitu kehidupan dunia nyata dan maya. Sejak tahun 1960-an media ini memulai jaringannya dengan menggunakan mainframe serta terminal. Namun, baru 10 tahun terakhir ini internet menjadi trend dan new lifestyle terutama dikalangan masyarakat urban.http://www.emocutez.com
           Cyberspace ini memungkinkan kita untuk berpetualang dalam sebuah ruang bias yang maya. Bahkan melalui jaringan hotmail.com, yahoo.com,google.com, amazon.com, plaza.com dan semacamnya kita dapat mengakses berbagai situs yang menyediakan beribu-ribu gambar maupun video yang menampilkan adegan seksual. yang tidak kalh populernya yakni email dan chatting membuat fenomena seks dunia maya alias cybersex makin merambah. Dimanapun kita tinggal atau berhubungan very long distance, melalui fantasi seks di dunia maya maka akan terasa dekat karena fantasi dan imajinasi adalah kunci keberhasilan cybersex.
          Sebagian orang berpikiran bahwa sebagian besar pengakses situs-situs porno kebanyakan adalah generasi muda yang single dan tak punya pasangan. Tapi sebuah survey yang dilakukan Swiburne University of Technology, Melbourne, Australia justru mematahkan anggapan tersebut. Hasil penelitian tersebut menunjukkan lebih dari separuh pengunjung dunia maya di Australia yang melakukan cybersex dan mengakses situs-situs porno kebanyakan adalah orang yang telah menikah atau telah memiliki pasangan yang serius. Para konsumen pornografi cenderung mengalami efek kecanduan, dalam arti sekali menyukai pornografi, seseorang akan merasakan kebutuhan untuk terus mencari dan memperoleh materi pornografi.http://www.emocutez.com

Sumber: buku Kutu-Kutu Media (Seksualitas dalam Globalisasi Media) karya FPMI UMM

0 komentar:

Posting Komentar